Asuhan Keperawatan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) atau chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)


PENGKAJIAN

Pada pengkajian dilakukan wawancara dan pemeriksaan laboratorium untuk memperoleh informasi dan data yang akan digunakan sebagai dasar untuk menemukan masalah keperawatan dan membuat rencana asuhan keperawatan pasien.

IDENTITAS KLIEN

Melliputi nama, usia, jenis kelamin, agama, alamat rumah, pendidikan terakhir, suku bangsa, status perkawinan, pekerjaan, dan diagnosa medis.

  1. Riwayat atau faktor penunjang :
    • Merokok merupakan faktor penyebab utama.
    • Tinggal atau bekerja di area dengan polusi udara berat.
    • Riwayat alergi pada keluarga
    • Riwayat Asthma pada anak-anak.
  2. Riwayat atau adanya faktor pencetus eksaserbasi :
    • Stress emosional.
    • Aktivitas fisik yang berlebihan.
    • Polusi udara.
    • Infeksi saluran nafas.
  3. Pemeriksaan fisik :
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronik :
    • Peningkatan dispnea.
    • Penggunaan otot-otot aksesori pernafasan (retraksi otot-otot abdominal, mengangkat bahu saat inspirasi, nafas cuping hidung).
    • Penurunan bunyi nafas.
    • Takipnea.
    • Gejala yang menetap pada penyakit dasar: Asthma
    • Batuk (mungkin produktif atau non produktif), dan perasaan dada seperti terikat.
    • Mengi saat inspirasi maupun ekspirasi yang dapat terdengar tanpa stetoskop.
    • Pernafasan cuping hidung.
    • Ketakutan dan diaforesis. Ø Bronkhitis
    • Batuk produktif dengan sputum berwarna putih keabu-abuan, yang biasanya terjadi pada pagi hari.
    • Inspirasi ronkhi kasar dan whezzing.
    • Sesak nafas
  • Bronkhitis (tahap lanjut)
    • Penampilan sianosis
    • Pembengkakan umum atau “blue bloaters” (disebabkan oleh edema asistemik yang terjadi sebagai akibat dari kor pulmunal).
  • Emphysema
    • Penampilan fisik kurus dengan dada “barrel chest” (diameter thoraks anterior posterior meningkat sebagai akibat hiperinflasi paru-paru).
    • Fase ekspirasi memanjang.
  • Emphysema (tahap lanjut)
    • Hipoksemia dan hiperkapnia.
    • Penampilan sebagai “pink puffers” – Jari-jari tabuh.

4) Pemeriksaan diagnostik

  1. Kapasitas inspirasi menurun
  2. Volume residu : meningkat pada emphysema, bronkhitis dan asthma
  3. FEV1 selalu menurun = derajat obstruksi progresif Penyakit Paru Obstruktif Kronik
  4. FVC awal normal menurun pada bronchitis dan astma.
  5. TLC normal sampai meningkat sedang (predominan pada emphysema).
  • Analisa Gas Darah
    • PaO2 menurun, PCO2 meningkat, sering menurun pada astma. PH normal asidosis, alkalosis respiratorik ringan sekunder.
  • Transfer gas (kapasitas difusi).
    • Pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik Transfer gas relatif baik.
    • Pada emphysema : area permukaan gas menurun.
    • Transfer gas (kapasitas difusi).menurun § Darah :
    • Hb dan Hematokrit meningkat pada polisitemia sekunder.
    • Jumlah darah merah meningkat – Eo dan total IgE serum meningkat.
    • Analisa Gas Darah gagal nafas kronis.
    • Pulse oksimetri SaO2 oksigenasi menurun.
    • Elektrolit menurun oleh karena pemakaian deuritika pada corpulmunale.
  • Sputum :
    • Pemeriksaan gram     kuman/kultur adanya infeksi campuran.
    • Kuman patogen >> :
      • Streptococcus pneumoniae.
      • Hemophylus influenzae.
      • Moraxella catarrhalis.
  • Radiologi :
    • Thorax foto (AP dan lateral).
    • Hiperinflasi paru-paru, pembesaran jantung dan bendungan area paru-paru.

 

AKTIVITAS DAN ISTIRAHAT

Gejala :

  • Keletihan, kelelahan, malaise,
  • Ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari karena sulit bernafas
  • Ketidakmampian untuk tidur, perlu tidur dalam posisi duduk tinggi
  • Dispnea pasa saat istirahat atau respon terhadap aktivitas atau latihan Tanda :
  • Keletihan
  • Gelisah, insomnia
  • Kelemahan umum/kehilangan massa otot.

SIRKULASI

Gejala :

  • Pembengkakan pada ekstremitas bawah Tanda :
  • Peningkatan tekanan darah
  • Peningkatan frekuensi jantung
  • Distensi vena leher
  • Edema dependen, tidak berhubungan dengan penyakit jantung
  • Bunyi jantung redup (yang berhubungan dengan peningkatan diameterAP dada)
  • Warna kulit/membrane mukosa : normal/abu-abu/sianosis; kuku tabuh dan sianosis perifer
  • Pucat dapat menunjukkan anemia.

INTEGRITAS EGO

Gejala :

  • Peningkatan factor resiko
  • Perubahan pola hidup Tanda : Ansietas, ketakutan, peka rangsang

MAKANAN/CAIRAN

Gejala :

  • Mual/muntah
  • Nafsu makan buruk/anoreksia (emfisema) ketidakmampuan untuk makankarena distress pernafasan
  • penurunan berat badan menetap (emfisema), peningkatan berat badan meninjukkan edema (bronchitis) Tanda :
  • Turgor kulit buruk
  • Edema dependen
  • Berkeringat
  • Penurunan berat badan, penurunan massa otot (emfisema)
  • Palpitasi abdominal dapat menyatakan hepatomegali (bronchitis)

HIGIENE

Gejala :

  • Penurunan kemampuan/peningkatan kebutuhan bantuan melakukan aktivitas sehari-hari Tanda :
  • Kebersihan buruk, bau badan

PERNAFASAN

Gejala :

  • Nafas pendek (timbul tersembunyi dengan dispnea sebagai gejala menonjol pada emfisema) khususnya pada kerja; cuaca atau episode berulangnya sulit nafas (asma); rasa dada tertekan, ketidakmampuan untuk bernafas (asma) Batuk menetap dengan produksi sputum setiap hari (terutama pada saat bangun) selama minimum 3 bulan berturut-turut tiap tahun sedikitnya 2 tahun. Produksi sputum (hijau, puith, atau kuning) dapat banyak sekali (bronchitis kronis)
  • Episode batuk hilang timbul, biasanya tidak produksi pada tahap dini meskipun dapat menjadi produktif (emfisema)
  • Riwayat pneumonia berulang, terpajan pada polusi kimia/iritan pernafasan dalam jangka panjang (mis. Rokok sigaret) atau debu/asap (mis.asbes, debu batubara, rami katun, serbuk gergaji)
  • Penggunaan oksigen pada malam hari secara terus-menerus.

Tanda :

  • Pernafasan : biasanya cepat,dapat lambat; fase ekspresi memanjang dengan mendengkur, nafas bibir (emfisema)
  • Penggunaaan otot bantu pernafasan, mis. Meninggikan bahu, melebarkan hidung.
  • Dada: gerakan diafragma minimal.
  • Bunyi nafas : mungkin redup dengan ekspirasi mengi (emfisema); menyebar, lembut atau krekels lembab kasar (bronchitis); ronki, mengi sepanjang area paru pada ekspirasi dan kemungkinan selama inspirasi berlanjut sampai penurunan atau tidak adanya bunyi nafas (asma)
  • Perkusi : Hiperesonan pada area paru (mis. Jebakan udara dengan emfisema); bunyi pekak pada area paru (mis. Konsolidasi, cairan, mukosa)
  • Kesulitan bicara kalimat atau lebih dari 4 atau 5 kata sekaligus.
  • Warna : pucat dengan sianosis bibir dan dasar kuku; abbu-abu keseluruhan; warna merah (bronchitis kronis, “biru mengembung”). Pasien dengan emfisema sedang sering disebut “pink puffer” karena warna kulit normal meskipun pertukaran gas tak normal dan frekuensi pernafasan cepat.
  • Tabuh pada jari-jari (emfisema)

KEAMANAN

Gejala :

  • Riwayat reaksi alergi atau sensitive terhadap zat/faktor lingkungan
  • Adanya/berulang infeksi
  • Kemerahan/berkeringat (asma)

SEKSUALITAS

Gejala : penurunan libido

INTERAKSI SOSIAL

Gejala :

  • Hubungan ketergantungan Kurang sistem penndukung
  • Kegagalan dukungan dari/terhadap pasangan/orang dekat
  • Penyakit lama atau ketidakmampuan membaik Tanda :
  • Ketidakmampuan untuk membuat//mempertahankan suara karena distress pernafasan
  • Keterbatasan mobilitas fisik
  • Kelalaian hubungan dengan anggota kelurga lain.
pathway ppok

pathway ppok

ppok 2

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagosa keperawatan yang mungkin muncul pada Penyakit Paru Obstruktif Menahun antara lain :

  1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi sputum ditandai dengan sesak
  2. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan kelumpuhan otot diafragma ditandai dengan gangguan ventilasi
  3. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik ditandai dengan ekspresi nyeri, melaporkan nyeri secara verbal
  4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan faktor biologis ditandai dengan BB 20 % atau lebih dibawah normal
  5. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen ditandai dengan klien menyatakan merasa letih dan lemah.
  6. Risiko infeksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat, fungsi silia menurun/ statis sekret, kerusakan jaringan akibat infeksi yang menyebar, malnutrisi, terkontaminasi oleh lingkungan, kurang infeksi tentang infeksi kuman.

 

Sebelumnya << Laporan Pendahuluan PPOK/COPD

Incoming search terms:

  • pathway ppok
  • laporan pendahuluan PPOK
  • woc ppok
  • patway ppok
  • askep ppok pdf
  • lp ppok pdf
  • pathway bersihan jalan nafas tidak efektif
  • laporan pendahuluan ppok pdf
  • pathway bersihan jalan nafas
  • pathway ppok pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>