Cerdas Gunakan Antibiotik

Antibiotik Bagi Pasien Cerdas: Do’s and Do Not’s

“Dok, batuk saya sudah 3 hari nggak hilang-hilang nih. Kasih antibiotik dong…”

Terdengar familiar? Tentu. Bahkan mungkin beberapa dari kita sering mengucapkannya.

Lalu biasanya apa reaksi sang dokter?

“Untuk saat ini belum perlu antibiotik, kok. Kalau minum obat sembarangan, nanti kumannya malah jadi kebal lho.”

Kok bisa begitu, ya? Padahal selama ini antibiotik dikenal luas di masyarakat sebagai obat penyembuh segala rupa penyakit. Mulai dari demam, nyeri tenggorok, batuk, pilek, mual, muntah, mencret, lemas, tidak nafsu makan, hingga sulit tidur.

Tapi tidak banyak orang yang tahu, bahwa menggunakan obat antibiotik yang tidak sesuai tempatnya malah dapat memungkinkan bakteri untuk menjadi kebal.

Kalau ibaratnya antibiotik adalah senjata dalam perang, pemakaiannya yang tidak efektif hanya akan “memukul mundur” pasukan lawan alias kuman, tapi tidak membunuh semuanya. Segelintir musuh yang tersisa inilah yang berbahaya – mereka bisa bermutasi dan mengubah diri menjadi lebih kuat, karena sudah tahu bentuk senjata kita.

Akibatnya bisa ditebak: Kuman bergerilya menyerang balik, sehingga tubuh pun sukses menjadi sakit.

Sekarang bayangkan jika kuman-kuman kebal tadi berkembang biak dan menyebar ke mana-mana. Waduh, ngeri sekali ya? Isu resistensi antibiotik memang merupakan masalah yang perlu perhatian dari kita semua. Tidak hanya tenaga kesehatan saja lho yang harus aktif, Anda sebagai pasien cerdas juga merupakan pihak yang sama pentingnya dalam pencegahan masalah ini. Yuk intip tips bagaimana caranya menggunakan antibiotik dengan bijak!

Apa yang harus dilakukan:

– Ingat bahwa antibiotik yang dikonsumsi tanpa adanya infeksi kuman hanya akan merugikan tubuh Anda karena dapat meningkatkan beban organ hati dan ginjal Anda dengan sia-sia.

– Sebagian besar kasus penyakit sebetulnya bukan disebabkan oleh kuman, sehingga pengobatan terbaik untuk penyakit Anda adalah mengurangi gejala Anda, bukan antibiotik.

– Minumlah antibiotik yang diresepkan sesuai dosis dan sampai habis, persis seperti instruksi dokter Anda. Jika karena satu dan sebab lainnya dokter menginstruksikan Anda untuk menghentikan antibiotik yang Anda minum, buanglah sisa obat di tempat yang aman.

– Tanyakan pada dokter Anda tentang vaksin dianjurkan untuk Anda dan keluarga Anda. Saat ini, sudah ada vaksin untuk penyakit-penyakit yang sering ditemui seperti flu dan infeksi paru, lho! Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?

Apa yang tidak boleh dilakukan:

– Jangan pernah melewatkan dosis atau berhenti minum antibiotik sebelum waktunya, bahkan jika Anda tidak lagi merasa sakit, kecuali dokter menginstruksikan Anda untuk melakukannya.
– Sebaiknya jangan menekan dokter Anda untuk meresepkan antibiotik (termasuk meminta langsung seperti percakapan di atas).
– Jangan simpan antibiotik untuk “cadangan” saat kali berikutnya Anda menjadi sakit.
– Jangan pernah minum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain.
– Jangan pernah menggunakan antibiotik untuk infeksi virus, karena tidak akan mempan. Antibiotik TIDAK menyembuhkan infeksi virus, yang sering muncul dengan bentuk:
● Flu
● Sebagian besar sakit tenggorokan
● Sebagian besar batuk dan bronkitis (“pilek dada”)
● Infeksi sinus
● Infeksi telinga
● Gatal pada kulit

Jika penyakit di atas memang benar adanya disebabkan oleh infeksi kuman, barulah dokter Anda akan meresepkan antibiotik.

Psst! Salah satu tanda dari infeksi kuman adalah gejala infeksi yang menetap terus-menerus selama lebih dari satu minggu.

Berbeda dari infeksi kuman, kebanyakan infeksi virus akan sembuh sendiri tanpa antibiotik setelah satu minggu. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir!

Sumber artikel∷beranisehat.com

| Reiva Wisdharilla
———–
Yuk Sebarkan, Semoga Bermanfaat :)

REMINISCENCE THERAPY


 Reminiscence Therapy

Suatu metode yang berhubungan dengan memori, yang berguna untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup. Reminiscence tidak hanya kegiatan mengingat peristiwa masa lalu tetapi juga merupakan proses yang terstruktur secara sistematis dan berguna untuk merefleksikan kehidupan seseorang untuk mengevaluasi ulang, menyelesaikan konflik dari masa lalu, menemukan makna kehidupan, dan menilai koping adaptif mana yang sebaiknya digunakan. Terapi ini dilakukan dengan cara diskusi tentang kejadian masa lalu yang dialami seseorang kemudian disharingkan kepada keluarga, kelompok, atau staf keperawatan (Chen et al., dalam Arumsari 2014).

Manfaat Reminiscence Therapy

Dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan beberapa manfaat dari Reminiscence Therapy, antara lain (Mackin and Arean cit. Wheller, dalam Arumsari 2014):

  1. Meningkatkan harga diri
  2. Membantu individu mencapai kesadaran diri
  3. Memahami dirinya sendiri
  4. Meningkatkan kepuasan hidup
  5. Dapat beradaptasi dengan stress

Subjek Reminiscence Therapy

Reminiscence therapy dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2015 di Br. Tengah Ubung Denpasar. Subjek merupakan lansia yang berjumlah 30 orang lansia laki-laki dan lansia perempuan.

Pengalaman Subjek

Pada saat reminiscence therapy, salah seorang lansia bernama Wayan Murtini sangat bersemangat dalam menceritakan pengalaman masa lalunya. Bu Murtini mengambil sebuah benang yang telah disiapkan oleh panitia ketika reminiscence therapy karena benda tersebut mengingatkan pengalaman yang sangat berharga di kehidupannya. Benang tersebut mengingatkan bu Murtini ketika ia masih pengrajin mote. Sebelum bekerja menjadi teller di LPD, bu Murtini bekerja sebagai pengrajin mote. Beliau bekerja sebagai pengrajin mote dimulai sebelum ia menikah. Kesehariannya diisi dengan membawa pesanan mote ke semua pelanggannya. Menurut beliau, ketika itu banyak sekali warga Br. Tengah Ubung yang bekerja sebagai pengrajin mote. Beliau menceritakan bahwa dulu ia berkeliling membawa pesanan dengan menggunakan motor. Kehidupan dulu ketika ia menjadi pengrajin sangat sulit tidak seperti saat ini. Hingga sekarang, mote-mote yang dulu ia buat masih terseimpah di dalam rumahnya, menurutnya mote tersebut sangat berharga dan tidak dapat dibuang begitu saja. Bu Martini bersyukur dengan keadaan sekarang yang sudah berkecukupan

Manfaat Therapy Pada Subjek

Ketika menceritakan masa lalunya, bu Murtini sangat antusias dan bersemangat. Ia mengatakan bahwa ia sangat senang karena telah diberikan kesempatan dalam mengenang masa-masa yang berharga di hidupnya. Dimana pada masa itu kehidupan masih sulit berbeda dengan sekarang.

Kaitan dengan Teori

  1. Aspek Kognitif
    • Secara umum, individu pada usia lanjut mengalami penurunan fungsi kognitif seperti: pemrosesan informasi, memori, kecerdasan dan perhatian. Kemunduran kognitif yang dialami lanjut usia menurut DepKes RI (1998) salah satunya adalah fungsi ingatan cenderung lebih baik pada hal-hal yang berkaitan dengan masa muda, dibanding pada hal yang baru saja terjadi. Pada bu Murtini, ia dengan lancar menceritakan pengalamannya sebagai pengrajin mote di masa muda dulu.
  2. The Timing of Events Models
    • Terjadinya perubahan kepribadian pada diri individu tidak semata-mata karena pengaruh usia, namun tergantung pula pada pengaruh lingkungan yang bervariasi dan pengalaman atau peristiwa hidup individu. Peristiwa dalam hidup memberi pengaruh terhadap perkembangan individu yang dibagi menjadi dua kategori peristiwa yaitu: normative life events & nonnormative life events.
  3. Normative life events
    • Normative life events merupakan peristiwa-peristiwa hidup yang dapat diduga berdasarkan waktu tertentu. Peristiwa-peristiwa di masa muda bu Murtini membuat perubahan yang mempengaruhi kepribadiannya. Bu Murtini menjadi lebih mampu untuk mensyukuri hidupnya yang sekarang yang dimana berbeda dengan masa lalunya.

DAFTAR PUSTAKA

Arumsari, N.A. (2014). Pengaruh Reminiscence Therapy Terhadap Tingkat Stres Pada Lansia di Pstw Unit Budi Luhur, Kasongan, Bantul, Yogyakarta. (skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Incoming search terms:

  • nanda nic noc 2015
  • cara terapi reminiscence
  • terapi reminiscence

PENGOBATAN kanker DENGAN TANAMAN OBAT


Penyakit kanker juga dapat diobati dengan tanaman obat. Berbeda dengan pengobatan kanker menggunakan obat sintetik yang dapat diberikan sebagai obat utama atau sebagai terapi tambahan (adjuvant), pengobatan dengan obat berasal dari tanaman dapat pula dimaksudkan untuk usaha pencegahan (kemopreventif). Adapun tujuan pengobatan kurang lebih sama dengan obat sintetik seperti kemoterapi, imunoterapi atau terapi paliatif dan nyeri kanker, dalam prakteknya pengobatan selalu menggunakan terapi kombinasi dari beberapa macam tanaman obat dengan memperhatikan efek samping yang mungkin terjadi.

Tanaman Suku Cruciferae

Termasuk dalam suku ini adalah kubis, sawi, lobak, broccoli, Brussel sprouts, Cauliflower, dan tanaman lain yang berdaun hijau, terutama dari genus Brassica. Pemakaian genus Brassica dalam pengobatan kanker lebih banyak ditujukan untuk tujuan pencegahan (kemopreventif) yang didukung oleh data eksperimental laboratorium maupun data epidemiologi. Khasiat antitumornya karena adanya efek protektif dari Brassica disebabkan terutama oleh kandungan senyawa glukosinalat atau indol metal glukosinalat dan lebih dikenal lagi sebagai glukobrassin. Oleh pH asam dalam lambung dan oleh enzim mirosinase glukosinalat terhidrolisis menjadi senyawa indolik poliaromatik seperti indol-3-karbinol (13C) dan senyawa isotiosianat (3,4,5,6). Mekanisme protektif dari senyawa isotiosianat dengan cara memodulasi metabolisme karsinogen melalui induksi enzim fase 2 detoksikasi dan dengan cara menghambat enzim fase 1 yang mengaktivasi karsinogen. Isotiosianat akan diekskresikan melalui urin dalam bentuk metabolitnya terutama ditiokarbamat, pH asam dalam lambung selanjutnya akan merubah senyawa indol-3 karbinol menjadi berbagai produk kondensat mulai dari bentuk linier, dimmer-siklik, trimmer dan tetramer membentuk senyawa heterosiklik seperti indokarbazol. Kondensat indol inilah yang bertanggung jawab terjadinya proses alterasi dalam metabolisme karsinogen.

Solanum nigrum L

Nama daerah terong ranti, bahan yang digunakan buah yang belum masak. S. nigrum L atau yang dikenal sebagai black nightshade mempunyai beberapa khasiat di antaranya hepatoprotektif, antitumor, dan antidepresan. Eksperimen laboratorium antineoplastik dari glikosida steroid S. nigrum yang terdiri dari beta-2-solamagrin,  solamagrin, dan degalaktotigonin terhadap 6 macam kultur cell line tumor padat manusia HT-29 (kolon), LNCaP (prostat), PC3 (prostat), T47D (payudara) dan MDAMB-231 (payudara). Ternyata solamagrin adalah antineoplastik yang paling poten (14). Kadar solamagrin tertinggi terdapat dalam ekstrak dari buah yang belum masak  sebesar 4,2%. Studi case control terhadap diet buah S. nigrum dilakukan di Afrika Selatan dimana karsinoma sel squamosa dari esophagus bersifat endemik. Hasil studi menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kasus kanker esophagus dengan diet jagung,  kacang-kacangan, dan pumpkin, serta terdapat pula hubungan yang signifikan antara penurunan kasus kanker esophagus perokok dengan mengkonsumsi buah S.nigrum. Diperkirakan kandungan dalam buah S.nigrum berkhasiat sebagai protease inhibitor, jika terjadi hambatan terhadap enzim protease inhibitor akan terjadi over-ekspresi dari faktor pertumbuhan dan merangsang proliferasi onkogen. Menurut Chang et al. alkaloid total dari ekstrak buah yang belum masak S. nigrum pada dosis 50 –500 mcg/ml dapat menghambat 40-50% pertumbuhan sel tumor meningeal yang ditransplantasikan ke dalam tubuh hewan percobaan. Solamagrin mempunyai efek sitotoksik yang paling tinggi, pada dosis 10 mcg/ml dapat menyebabkan disintegrasi kultur sel HeLa setelah 15 jam kontak. Ekstrak S. nigrum juga menghambat pertumbuhan ascetic sarcoma 180 sebesar 30%. Studi klinik penggunaan S. nigrum dalam pengobatan karsinoma menyebutkan bahwa sediaan dekok atau parenteral dari ekstrak seluruh bagian tanaman telah digunakan terhadap 95 kasus berbagai macam penyakit malignasi seperti karsinoma dari serviks, esophagus, payudara, paru dan hati. Efek yang diperoleh di antaranya antiinflamasi, detoksifikasi, peningkatan nafsu makan dan kondisi mental serta remisi dari symptom dan signs. Remisi total diperoleh pada pemakaian ekstrak S. nigrum pada pengobatan khorioepitelioma, karsinoma indung telur, hepatoma, dan sarcoma.

Catharanthus roseus / Vinca rosea

Tanaman ini memiliki nama daerah tapak dara, dan bahan yang digunakan untuk pengobatan adalah daun. Vinca roses tergolong dalam suku Periwinkle (Apocynaceae). Daun dan akarnya diketahui mengandung lebih dari 60 macam alkaloida, di antaranya yang sangat terkenal adalah vinkristin dan vinblastin, yang telah dibuat secara semisintetik dalam bentuk 5’nor-vinca-alkaloid dengan memodifikasi ikatan aromatik catharanin sehingga dapat digunakan secara per oral dan dikenal sebagai Vinorelbin (Navelbin). Ketiga alkaloid tersebut sangat poten menghambat polimerisasi mikrotubuli mitotik sehingga dapat menghambat proses mitosis pada metafase. Dalam pengujian menggunakan tubulin otak babi, proses self association dengan tubulin di antara ketiganya, ternyata vinkristin memiliki afinitas tertinggi, sedangkan vinorelbin terrendahPengujian invivo tentang akumulasi dalam jaringan tubuh dan ekskresi melalui empedu terhadap vinkristin dan vinblastin ternyata vinkristin terdistribusi lebih luas dalam jaringan tubuh, akumulasi tertinggi terdapat dalam usus halus (122 ng/g jaringan basah setelah 24 jam), 47 ng/g dalam hati dan 44, 4 ng/g dalam ginjal. Ekskresi melalui empedu tercepat pada vinkristin (42,7% dari total ekskresi setelah 24 jam) dibandingkan dengan vinblastin (28,2% dari total ekskresi setelah 24 jam). Pengaruh pemakaian vinkristin dan vinblastin terhadap sistem imun tubuh diamati terhadap sel mononuklir dalam limfa tikus (splenosit) dan ternyata keduanya menghambat sekresi IL-2 setelah dirangsang dengan mitogen konkanavalin-A pada dosis 0,1 mg/kg BB untuk vinkristin dan 0,5 mg/kg BB pada vinblastin. Terhadap sel makrofag peritoneal, ternyata keduanya tidak merangsang aktifitas makrofag setelah dirangsang dengan lipopolisakarida (LPS) dengan pengamatan sekresi IL-1, jadi keduanya tidak mempunyai efek terhadap sekresi IL-1 oleh sel-sel makrofag.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Novianti, F.A & Purnami, S.W. 2012. Analisis Diagnosis Pasien Kanker Payudara Menggunakan Regresi Logistik dan Support Vector Machine (SVM) Berdasarkan Hasil Mamografi. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Ma’at, S. 2003. Tanaman obat untuk pengobatan kanker. Surabaya: Fakultas Kedokteran UNAIR/RSUD Dr. Soetomo.

Persiapkan Sejak Dini Proses Menyusui Ibu


Agar dapat menyusui dengan baik, persiapkan diri ibu sejak masa kehamilan. Pada kehamilan 6-8 minggu terjadi perubahan pada payudara, yaitu payudara menjadi lebih besar, lebih padat, gambaran pembuluh darah lebih jelas dan kadang-kadang agak sakit. Untuk mengatasinya, pakailah bra berukuran lebih besar sesuai dengan perkembangan payudara (biasanya dibutuhkan bra berukuran dua nomer lebih besar).

Untuk persiapan menyusui, bisa dilakukan sedini mungkin, bahkan sejak hamil. Ada beberapa langkah yang dapat ibu lakukan:

  1. Latihlah otot-otot badan yang berfungsi menopang payudara serta menunjang produksi ASI. Latihan tersebut dapat dilakukan dengan duduk bersila di lantai. Tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri, tangan kiri memegang bagian lengan bawah kanan. Angkat kedua siku sehingga sejajar pundak. Tekan pegangan tangan kuat-kuat ke arah siku sehingga terasa adanya tarikan pada otot dasar payudara
  2. Jagalah kebersihan diri sehari-hari termasuk payudara. Setiap mandi puting susu dan sekitarnya tidak disabuni untuk menghindari keadaan kering dan kaku
  3. Lakukan persiapan agar puting susu lentur dan tidak tersumbat. Persiapan ini perlu dilakukan setiap hari sebanyak dua kali sejak kehamilan tujuh bulan. Caranya adalah dengan mengompres puting 2-3 menit dengan kompres dibasahi minyak. Tarik dan putar puting susu ke arah luar 20 kali dan ke dalam 20 kali. Pijat daerah sekitar puting untuk membuka saluran susu. Bersihkan payudara dengan handuk lembut.
  4. Konsumsi makanan bergizi, mengingat baik ibu hamil maupun menyusui tubuh tambahan kalori bagi kepentingan bayinya.
  5. Cukup istirahat. Tidur minimal 8 jam sehari dengan kegiatan sehari-hari dapat diteruskan asalkan dipertimbangkan dan disesuaikan dengan perubahan fisik akibat kehamilan
  6. Jauhilah asap rokok mengingat asap rokok dapat mengganggu kehamilan dan meningkatkan risiko bayi terserang asma
  7. Hindari alkohol, kopi, serta minuman yang mengandung soda mengingat zat-zat tersebut dapat mengurangi daya serap usus untuk menyerap kalsium dan zat besi
  8. Jangan lupa berkonsultasi secara teratur dengan bidan atau dokter untuk pengawasan selama kehamilan. Pengawsan ini penting agar kondisi kesehatan ibu terpantau. Dengan demikian anemia, darah tinggi serta berbagai penyakit lain yang dapat menyulitkan kehamilan bisa dikenali dan ditangani segera.

 

Sumber : flyer PRENAGEN

Persiapan Untuk Melahirkan


Sebulan sebelum tanggal kelahiran yang diperkirakan, ibu dapat memulai bersiap-siap. Periksalah apakah semua perlengkapan untuk bayi telah siap tersedia. Jika perlu, belilah makanan yang tahan lama untuk persediaan setelah melahirkan (saat itu mungkin anda akan sangat sibuk dan tidak sempat berbelanja). Siapkan juga sebuah tas berisi semua perlengkapan yang mungkin anda butuhkan di rumah sakit nantinya. Mugnkin anda berpikir “untuk apa repot, repot, toh waktunya masih lama” jangan!. Saat tanda tanda persalinan muncul (yang dapat terjadi kapan saja), mungkin anda harus tergopoh gopoh berangkat ke rumah sakit tanpa sempat lagi berkemas kemas. Saat itu, sebuah tas perlengkapan yang sudah siap sedia tentu sangat membantu.

Apa saja yang perlu dikemas?

Untuk membantu proses persalinan ibu

  1. Baju tidur atau t-shirt longgar berkancing depan (dapat dibuka untuk menyusui)
  2. Sarung (untuk mempermudah menukar pembalut dan periksa dalam)
  3. Kaos kaki (agar tidak kedinginan di rumah sakit yang ber-AC)
  4. Spons bersih (untuk digigit jika anda merasa sakit ketika proses persalinan)
  5. Minyak zaitun (untuk membantu pemijatan punggung, untuk mengurangi rasa sakit saat persalinan)
  6. Sikat gigi dan pasta gigi serta alat mandi lainnya
  7. Pelembab bibir
  8. Botol berisi air hangat atau termos
  9. Handuk besar, handuk kecil, sabun
  10. Kamera untuk mengabadikan momen berharga.
  11. Buku, majalah, minuman dan makanan untuk teman menunggu proses persalinan.
  12. Tempat ari-ari bayi

Untuk perlengkapan setelah melahirkan

  1. Sisir, shampo, tissue, pengering rambut, sandal
  2. Kantong plastik besar untuk baju kotor
  3. Beberapa baju tidur berkancing depan
  4. Bantalan payudara/breast pad (ditaruh di dalam bra untuk menampung air susu yang menetes dari payudara
  5. Krim puting/nipple cream (untuk puting yang lecet setelah menyusui)
  6. Pembalut khusus setelah melahirkan
  7. Bra menyusui
  8. Celana dalam yang longgar
  9. Baju bayi (atasan, bawahan dan jaket/mantel, alas, selimut, popok, sarung tangan dan kaki, topi, alat mandi)

 

Sumber : flyer PRENAGEN

Membedah Mitos-Mitos Seputar Kehamilan


Mitos : sering minum air es, jus dingin, es sirup, akan membuat janin berukuran besar

Fakta : ibu hamil perlu asupan cairan baik dari makanan ataupun minuman sebanyak 8-10 gelas sehari untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan. Tidak masalah apakah yang diminum dalam keadaan dingin ataupun hangat. Yang penting cairan tersebut aman dan tidak mengandung kafein, bersoda, alkohol dan zat pewarna buatan serta pengawet. Sebenarnya yang dikhawatirkan dapat menyebabkan janin besar secara berlebihan bukan karena minuman dingin tersebut. Tapi, bila minuman dingin mengandung gula dan konsumsi secara berlebihan akan menyebabkan kelebihan asupan kalori yang berdampak pada kenaikan berat badan janin secara berlebihan.

Mitos : makan durian menyebabkan gangguan kehamilan

Fakta : diketahui bahwa durian menyebabkan kenaikan kadar kolesterol darah dan mengandung jmlah kalori yang cukup itnggi, tidak sepadan dengan vitamin yang didapatkan dari durian tersebut. Sedangkan pada ibu hamil, seyogyanya memilih makanan yang lebih tinggi nilai nutrisinya dan tidak terlalu menggemukkan.

Mitos : minum-minuman bersoda menyebabkan gangguan kehamilan.

Fakta : minuman bersoda memang tidak baik untuk kesehatan, apalagi bagi ibu hamil. Minuman bersoda merupakan minuman dengan nilai kalori yang cukup tinggi tetapi kosong nutrisinya, dan dapat merangsang lambung bagi para penderita maag, terutama apabila dimium saat lambung kosong.

Mitos: minum susu ibu hamil menyebabkan bayi besar

Fakta: penyebab bayi besar tidak mutlak berdasarkan apa yang dimakan oleh ibu. Faktor keturunan dan bawaan sangat besar juga pengaruhnya. Justru minum susu hamil adalah baik, karena mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan khusus bagi si hamil. Apalahi bagi ibu hamil yang makanannya tidak mencukup gizi harian, minum susu hamil adalah penting untuk mencukupi gizi yang kurang

 

Sumber : flyer PRENAGEN

Pentingnya Melakukan Kebiasaan Baik Agar Bayi Sehat Dan Cerdas


Tahukah ibu, kebiasaan baik bisa membantu merangsang pertumbuhan sel otak hingga 100miliar?

Beberapa contoh kebiasaan baik yang penting dilakukan oleh ibu hamil adalah sebagai berikut:

Medengarkan musik klasik

Menurut Dr. Hermanto, SpOG (K), sejak usia kehamilan 20 minggu disarankan agar janin distimulasi musik klasik terutama mozart, karena terbukti bisa menambah sel otak janin. Panduan stimulasi yang baik adalah 5M1U yaitu :

  • Perdengarkan musik klasik Mozart kepada janin
  • Mulai perdengarkan musik klasik sejak kehamilan Minggu ke 20
  • Perdengarkan musik klasik pada Malam hari agar suasana lebih tenang
  • Perdengarkan musik klasik selama enaM puluh menit
  • Perdengarkan musik klasik dengan kondisi headphone Menempel pada perut ibu
  • Perdengarkan lagu sesuai dengan Urutan Mozart

Berbicara dan membacakan cerita

Ajak berbicara janin dalam kandungan setiap saat. Bacakan cerita yang happy ending agar bayi merasa tenang karena bayi sangat senang mendengar suara ibu ataupun ayahnya. Menurut bayi, suara ibu adalah suara terindah dalam rahim yang didengar oleh bayi

Konsumsi nutrisi terbaik

Nutrisi yang baik mengandung seluruh komponen yang dibutuhkan secara seimbang. DHA merupakan lemak yang sangat dibutuhkan oleh otak yang sedang tumbuh. Kebutuhan untuk ibu hamil dan menyusui meningkat pada trimester 2,3 dan saat menyusui. Kombinasi stimulasi dan nutisi sangat penting untuk menghasilkan bayi yang sehat dan cerdas.

 

Sumber : flyer PRENAGEN