Gangguan Pertukaran Gas (gas exchange impired)

  • Domain 3: eliminasi dan pertukaran    
  • Kelas 4: fungsi pernapasan

DEFINISI: kelebihan atau deficit pada oksigenasi dan atau eliminasi karbon dioksida pada membrane alveolar-kapiler

BATASAN KARAKTERISTIK

  • PH darah arteri abnormal
  • PH arteri abnormal
  • Pernapasan abnormal (mis., kecepatan, irama, kedalaman)
  • Warna kulit abnormal (mis., pucat, kehitaman)
  • Konfusi
  • Sianosis (pada neonates saja)
  • Penurunan karbon dioksida
  • Gangguan penglihatan
  • Diaphoresis
  • Dispnea
  • Sakit kepala saat bangun
  • Hiperkapnea
  • Hipoksemia
  • Hipoksia
  • Iritabilitas
  • Napas cuping hidung
  • Gelisah
  • Somnolen
  • Takikardia

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN

  • Perubahan membrane alveolar-kapiler
  • Ventilasi-perfusi

NOC LINKED TO NANDA

Outcomes to measure resolution of diagnosis

  • Mehanical ventilation response: Adult
  • Respiratory status: gas exchange
Additional outcomes to measure defining characteristic

  • Cognition
  • Cognitive orientasion
  • Delirium level
  • Electrolyte and acid/base balance
  • Energy conservation
  • Sensory function: vision
  • Symptom severity
  • Tissue perfusion
  • Tissue perfusion: Abdominal organs
  • Tissue perfusion: cardiac
  • Tissue perfusion: cellular
  • Tissue perfusion: peripheral
  • Tissue perfusion: pulmonary
  • Vital sign
Outcomes associated with related factors or intermediate outcomes

  • Allergic response: systemic
  • Knowledge: chronic obstructive pulmonary disease management
  • Knowledge: pneumonia management
  • Respiratory status
  • Respiratory status: ventilation
  • Self-management: asthma
  • Self-management: chronic obstructive pulmonary disease

NIC LINKED TO NANDA

Suggested nursing intervention for problem resolution

  • Acid base management
  • Acid base management: metabolic asidosis
  • Acid base management: metabolic alkalosis
  • Acid base management: respiratory asidosis
  • Acid base management: respiratory alkalosis
  • Acid base monitoring
  • Airway management
  • Bedside laboratory testing
  • Cought enhancement
  • Exercise promotion
  • Laboratory data interpretation
  • Mechanical ventilation management: invasive
  • Mechanical ventilation management: noninvasive
  • Oxygen therapy
  • Postanesthesia care
  • Respiratory monitoring
  • Resuscitation: neonatus
  • Vital sign monitoring
Additional optional intervention

  • Allergy management
  • Aspiration precaution
  • Asthma management
  • Chest physiothrapy
  • Fluid management
  • Fluid monitoring
  • Tube care: chest
  • Ventilation assistance
  • Hemodynamic regulation
  • Airway suctioning

 

CONTOH NURSING CARE PLAN

TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL

Setelah diberikan asuhan keperawatan 1×12 jam, diharapkan kerusakan pertukaran gas teratasi, dengan kriteria hasil:

NOC : Respiratory status: Airway patency

  • Klien mampu mengeluarkan secret
  • RR klien normal 16-20 x/menit
  • Irama pernapasan teratur
  • Kedalaman inspirasi normal
  • Oksigenasi pasien adekuat

 Respiratory Status : Gas Exchange

  • AGD dalam batas normal skala 5 (no deviation from normal range).
  • Tanda-tanda sianosis mencapai skala 5 (none)
  • Klien tidak mengalami somnolen mencapai skala 5 (none).

Tissue Perfusion : Peripheral

  • Capitary refill pada jari-jari dalam rentang normal mencapai skala 5 (no deviation from normal range)
NIC : Airway Management

  1. Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi udara
  2. Lakukan terapi fisik dada, sesuai kebutuhan
  3. Keluarkan secret dengan melakukan batuk efektif atau dengan melakukan suctioning
  4. Catat dan monitor pelan, dalamnya pernapasan dan batuk
  5. Berikan treatment aerosol, sesuai kebutuhan
  6. Berikan terapi oksigen, sesuai keebutuhan
  7. Regulasi intake cairan untuk mencapai keseimbangan cairan
  8. Monitor status respiratory dan oksigenasi

Respiratory Monitoring

  1. Monitor frekuensi, ritme, kedalaman pernapasan.
  2. Monitor adanya suara abnormal/noisy pada pernapasan seperti snoring atau crowing.
  3. Kaji keperluan suctioning dengan melakukan auskultasi untuk mendeteksi adanya crackles dan rhonchi di sepanjang jalan napas.
  4. Catat onset, karakteristik dan durasi batuk.

Vital Signs Monitoring

  1. Monitor tekanan darah, nadi, temperature, dan status respirasi, sesuai kebutuhan.
  2. Monitor respiration rate dan ritme (kedalaman dan simetris)
  3. Monitor suara paru
  4. Monitor adanya abnormal status respirasi (cheyne stokes, apnea, kussmaul)
  5. Monitor warna kulit, temperature dan kelembapan.
  6. Monitor adanya sianosis pada central dan perifer

Managemen Asam-Basa

  1. Pertahankan kepatenan jalan napas.
  2.  Pantau gas darah arteri (AGD), serum dan tingkat elektrolit urine.
  3.  Monitor hilangnya asam (misalnya muntah, output nasogastrik, diare dan diuresis).
  4. Berikan posisi untuk memfasilitasi ventilasi yang memadai (misalnya membuka jalan napas dan mengangkat kepala tempat tidur)
  5. Pantau gejala gagal pernafasan (misalnya PaO2 rendah, PaCO2 tinggi dan kelelahan otot pernafasan).
  6. Pantau pola pernapasan.
  7. Berikan terapi oksigen, jika perlu.
Airway Management

  1. Melancarkan pernapasan klien
  2. Merilekskan dada untuk memperlancar pernapasan klien
  3. Mengeluarkan secret yang menghambat jalan pernapasan
  4. Mengetahui factor penyebab batuk dan gangguan pernapasan
  5. Memperlancar saluran pernapasan
  6. Memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh
  7. Menyeimbangkan cairan dalam tubuh
  8. Mengetahui status respirasi klien lancar ataukah ada gangguan

 Respiratory Monitoring

  1. Untuk mendeteksi adanya gangguan pernapasan
  2. Untuk mendeteksi adanya gangguan pernapasan
  3. Memperlancar saluran pernapasan
  4. Mengetahui karakteristik batuk untuk dapat memberikan intervensi yang tepat

 Vital Signs Monitoring

  1. Mendeteksi adanya gangguan respirasi dan kardiovaskuler
  2. Mengecek adanya gangguan pernapasan
  3. Mendeteksi adanya keabnormalan suara paru
  4. Mendeteksi adanya gangguan system tubuh
  5. Monitor adanya gangguan respirasi dan kardiovaskular.

Managemen Asam-Basa

  1. Untuk membuat klien agar bernafas dengan baik tanpa adanya gangguan.
  2. Untuk mengetahui tekanan gas darah (O2 dan CO2) sehingga kondisi pasien tetap dapat dipantau.
  3. Agar klien tidak mengalami alkalosis akibat kekurangan asam yang berlebihan dari tubuh.
  4. Posisi yang tepat menyebabkan berkurangnya tekanan diafragma ke atas sehingga ekspresi paru maksimal sehingga klien dapat bernafas dengan leluasa.
  5. Agar perawat cepat mengetahui jika terjadinya gagal nafas sehingga tidak membuat kondisi klien menjadi semakin buruk.
  6. Sebagai indikator adanya gangguannafas dan indikator dalam tindakanselanjutnya.
  7. Untuk mempelancar pernafasan klien dan memenuhi kebutuhan oksigen klien.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. NANDA International. 2012. Diagnosis Keperawatan: Definisi, Dan Klasifikasi 2012-2014/Editor, T. Heather Herdman; Alih Bahasa, Made Sumarwati, Dan Nike Budhi Subekti ; Editor Edisi Bahasa Indonesia, Barrah Bariid, Monica Ester, Dan Wuri Praptiani. Jakarta; EGC.
  2. Moorhed, (et al). 2013. Nursing Outcomes Classifications (NOC) 5th Edition. Missouri: Mosby Elsevier
  3. Gloria M. Bulechek, (et al).2013. Nursing Interventions Classifications (NIC) 6th Edition. Missouri: Mosby Elsevier

Incoming search terms:

  • intervensi gangguan pertukaran gas
  • askep gangguan pertukaran gas
  • contoh askep gangguan pertukaran gas
  • gangguan pertukaran gas
  • rasional gangguan pertukaran gas
  • intervensi gangguan pertukaran gas dan rasional
  • diagnosa gangguan pertukaran gas
  • rencana keperawatan gangguan pertukaran gas
  • implementasi gangguan pertukaran gas
  • makalah askep gangguan pertukaran gas

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>