Intoleransi Aktivitas (activity intolerance)

  • Domain 4: Aktivitas/istirahat
  • Kelas 4: Respons Kardiovaskular/Pulmonal

DEFINISI: Ketidakcukupan energy psikologis atau fisiologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari yang harus atau yang ingin dilakukan

BATASAN KARAKTERISTIK

  • Respons tekanan darah abnormal terhadap aktivitas
  • Respon frekuensi jantung abnormal terhadap aktivitas
  • Perubahan EKG yang mencerminkan aritmia
  • Perubahan EKG yang mencerminkan iskemia
  • Ketidaknyamanan setelah beraktifitas
  • Dispnea setelah beraktifitas
  • Menyatakan merasa letih
  • Menyatakan merasa lemah

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN

  • Tirah baring
  • Kelemahan umum
  • Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
  • Imobilitas
  • Gaya hidup monoton

NOC LINKED TO NANDA

Outcomes to measure resolution of diagnosis

  • Activity tolerance
  • Endurance
  • psychomotor energy
Additional outcomes to measure defining characteristic

  • Cardiac pump effectiveness
  • Cardiopulmonary status
  • Discomfort level
  • Energy conservation
  • Fatigue level
  • Respiratory status: gas exchange
  • Rest
  • Self-care status
  • Self care: activities of daily living
Outcomes associated with related factors or intermediate outcomes

  • Ambulation
  • Ambulation: wheel chair
  • Mobility
  • Personal health status
  • Physycal fitness
  • Nutritional status: energy
  • Respiratory status
  • Self-management: asthma
  • Self-management: cardiac disease
  • Self-management: multiple sclerosis
  • Self-management: osteoporosis

NIC LINKED TO NANDA

Suggested nursing intervention for problem resolution

  • activity terapi
  • body mechanics promotion
  • cardiac care: rehabilitative
  • energy management
  • environmental anagement
  • exercise promotion: strength training
  • home maintenance assistance
  • mood management
  • self care assistance:
  • self care assistance: IADL
  • self care assistance: transfer
  • sleep enhancement
  • teaching: prescribed exercise
Additional optional intervention

  • Animal assisted therapy
  • dysrhytmi management
  • environmental management: comfort
  • exercise promotion
  • exercise promotion: stretching
  • exercise promotion: ambulation
  • exercise promotion: balance
  • exercise promotion: joint mobility
  • exercise promotion: muscle control
  • medication management
  • music therapy
  • oxygen therapy
  • pain management
  • weight management
  • spiritual support

 

CONTOH NURSING CARE PLAN

TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL

Setelah dilakukan intervensi selama  3 x24 jam diharapkan kondisi klien stabil saat aktivitas dengan KH:

Activity Tolerance

  • Saturasi O2 saat aktivitas dalam batas normal (95-100%)
  • Nadi saat aktivitas dalam batas normal (60-100x/mnt)
  • RR saat aktivitas dalam batas normal (12-20x/mnt)
  • Tekanan darah systole saat aktivitas dalam batas normal (100-120mmHg)
  • Tekanan darah diastole saat aktivitas dalam batas normal (60-80mmHg)
  • Hasil EKG dalam batas normal

Fatigue Level

  • Tidak nampak kelelahan
  • Tidak nampak lesu
  • Tidak ada penurunan nafsu makan
  • Tidak ada sakit kepala
  • Kualitas tidur dan istirahat dalam batas normal
Activity Therapy

  1. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk merencanakan , monitoring program aktivitasi klien.
  2. Bantu klien memilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi.
  1. Bantu klien untuk melakukan aktivitas/latihan fisik secara teratur.
  2. Monitor status emosional, fisik dan social serta spiritual klien terhadap latihan/aktivitas.
  3. Monitor hasil pemeriksaan EKG klien saat istirahat dan aktivitas (bila memungkinkan dengan tes toleransi latihan).
  4. Kolaborasi pemberian obat antihipertensi, obat-obatan digitalis, diuretic dan vasodilator.

Energy Management

  1. Tentukan pembatasan aktivitas fisik pada klien
  2. Tentukan persepsi klien dan perawat mengenai kelelahan.
  3. Tentukan penyebab kelelahan (perawatan, nyeri, pengobatan)
  4. Monitor efek dari pengobatan klien.
  5. Monitor intake nutrisi yang adekuat sebagai sumber energy.
  6. Anjurkan klien dan keluarga untuk mengenali tanda dan gejala kelelahan saat aktivitas.
  7. Anjurkan klien untuk membatasi aktivitas yang cukup berat seperti berjalan jauh, berlari, mengangkat beban berat, dll.
  8. Monitor respon terapi oksigen klien.
  1. Batasi stimuli lingkungan untuk relaksasi klien.
  2. Batasi jumlah pengunjung.
Activity Therapy

  1. Mengkaji setiap aspek klien terhadap terapi latihan yang dierencanakan.
  2. Aktivitas yang teralau berat dan tidak sesuai dengan kondisi klian dapat memperburuk toleransi terhadap latihan.
  3. Melatih kekuatan dan irama jantung selama aktivitas.
  4. Mengetahui setiap perkembangan yang muncul segera setelah terapi aktivitas.
  5. EKG memberikan gambaran yang akurat mengenai konduksi jantung selama istirahat maupun aktivitas.
  6. Pemberian obat antihipertensi digunakan untuk mengembalikan TD klien dbn, obat digitalis untuk mengkoreksi kegagalan kontraksi jantung pada gambaran EKG, diuretic dan vasodilator digunakan untuk mengeluarkan kelebihan cairan.

Energy Management

  1. Mencegah penggunaan energy yang berlebihan karena dapat menimbulkan kelelahan.
  2. Memudahkan klien untuk mengenali kelelahan dan waktu untuk istirahat.
  3. Mengetahui sumber asupan energy klien.
  4.  Mengetahui etiologi kelelahan, apakah mungkin efek samping obat atau tidak.
  5. Mengidentifikasi pencetus klelahan.
  6. Menyamakan persepsi perawat-klien mengenai tanda-tanda kelelahan dan menentukan kapan aktivitas klien dihentikan.
  7. Mencegah timbulnya sesak akibat aktivitas fisik yang terlalu berat.
  8. Mengetahui efektifitas terapi O2 terhadap keluhan sesak selama aktivitas.
  9. Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk klien beristirahat.
  10. Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk klien beristirahat.
  11. Memfasilitasi waktu istirahat klien untuk memperbaiki kondisi klien.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. NANDA International. 2012. Diagnosis Keperawatan: Definisi, Dan Klasifikasi 2012-2014/Editor, T. Heather Herdman; Alih Bahasa, Made Sumarwati, Dan Nike Budhi Subekti ; Editor Edisi Bahasa Indonesia, Barrah Bariid, Monica Ester, Dan Wuri Praptiani. Jakarta; EGC.
  2. Moorhed, (et al). 2013. Nursing Outcomes Classifications (NOC) 5th Edition. Missouri: Mosby Elsevier
  3. Gloria M. Bulechek, (et al).2013. Nursing Interventions Classifications (NIC) 6th Edition. Missouri: Mosby Elsevier

Incoming search terms:

  • intervensi dan rasional intoleransi aktivitas
  • intervensi intoleransi aktivitas
  • askep intoleransi aktivitas
  • intoleransi aktivitas
  • rasional intoleransi aktivitas
  • pathway hipertensi menurut nanda
  • intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
  • diagnosa intoleransi aktivitas
  • intoleransi aktivitas nic noc
  • askep intoleransi aktifitas

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>