Kerusakan integritas Jaringan

  • Domain : keamanan/perlindungan
  • Kelas 2 : cedera fisik

DEFINISI: kerusakan jaringan membrane mukosa, kornea, integument, atau subkutan

BATASAN KARAKTERISTIK

  • Kerusakan jaringan (mis., kornea, membrane mukosa, kornea, integument, atau subkutan)
  • Kerusakan jaringan

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN

  • Gangguan sirkulasi
  • Iritan kimia
  • Defisit cairan
  • Kelebihan cairan
  • Hambatan mobilitas fisik
  • Kurang pengetahuan
  • Faktor mekanik (mis., tekanan, koyakan/robekan, friksi)
  • Factor nutrisi (mis., kekurangan atau kelebihan)
  • Radiasi
  • Suhu ekstrim

 

CONTOH NURSING CARE PLAN

TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 5x 24 jam diharapkan integritas jaringan tidak mengalami kerusakan lebih jauh, dengan kriteria hasil :

NOC Label >> Tissue Integrity: Skin & mucous membrane

  • Temperatur kulit normal
  • Sensasi kulit normal
  • Kulit elastis
  • Hidrasi kulit adekuat
  • Warna kulit normal
  • Bebas lesi jaringan
  • Kulit intak (tidak ada eritema dan nekrosis)

 

NOC Label >> Wound healing : primary intention

  • Tidak ada perluasan tepi luka
  • Tidak ada eritema di daerah sekitar luka
NIC Label >> Skin care: Topical treatments 

  1. Pantau perkembangan kerusakan kulit klien setiap hari.
  2. Cegah penggunaan linen bertekstur kasar dan jaga agar linen tetap bersih, tidak lembab, dan tidak kusut.
  3. Lakukan perawatan kulit secara aseptik 2 kali sehari.

 

NIC Label >> Wound care 

  1. Monitor karakteristik luka, meliputi warna, ukuran, bau dan pengeluaran pada luka
  2. Bersihkan luka dengan normal salin
  3. Lakukan pembalutan pada luka sesuai dengan kondisi luka
  4. Pertahankan teknik steril dalam perawatan luka pasien
  1. Mengevaluasi status kerusakan kulit sehingga dapat memberikan intervensi yang tepat.
  2. Keadaan yang lembab dapat meningkatkan perkembangbiakan mikroorganisme dan untuk mencegah terjadinya lesi kulit akibat gesekan dengan linen.
  3. Untuk meningkatkan proses penyembuhan lesi kulit serta mencegah terjadinya infeksi sekunder.

 

 

  1. Memonitor karakteristik luka dapat membantu perawat dalam menentukan perawatan luka dan penangan yang sesuai untuk pasien
  2. normal salin adalah cairan fisologis yang mirip dengan cairan tubuh sehingga aman digunakan untuk membersihkan dan merawat luka.
  3. permbalutan luka dilakukan untuk mempercepat proses penutupan luka. Pemilihan bahan dan cara balutan disesuaikan dengan jenis luka pasien.
  4. perawatan luka dengan tetap menjaga kesterilan dapat menghindarkan pasien dari infeksi

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. NANDA International. 2012. Diagnosis Keperawatan: Definisi, Dan Klasifikasi 2012-2014/Editor, T. Heather Herdman; Alih Bahasa, Made Sumarwati, Dan Nike Budhi Subekti ; Editor Edisi Bahasa Indonesia, Barrah Bariid, Monica Ester, Dan Wuri Praptiani. Jakarta; EGC.
  2. Moorhed, (et al). 2013. Nursing Outcomes Classifications (NOC) 5th Edition. Missouri: Mosby Elsevier
  3. Gloria M. Bulechek, (et al).2013. Nursing Interventions Classifications (NIC) 6th Edition. Missouri: Mosby Elsevier

Incoming search terms:

  • analisa data kerusakan integritas kulit
  • implementasi kerusakan integritas kulit
  • inteegritas kulit normal